01/10/2020
Kejahatan Yang Paling Lembut mywahahaa.com

Kejahatan Yang Paling Lembut

mywahahaa.com – Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), malas adalah tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu. Jadi kesimpulannya malas adalah tidak mau atau enggan mengerjakan sesuatu.

Kejahatan Yang Paling Lembut mywahahaa.com
Hanya ilustrasi, bukan mengatakan bahwa pemalas = kera.

Kita pun terkadang tidak luput dari sifat malas, sebagian kita mungkin kemalasan datangnya yah kadang-kadang saja, ada yang sedang, sebagian lagi malah keseringan malasnya, malah tinggal lama, nggak mau pulang tuh malasnya. Kita sering kan ya mendengar kalimat, “eh dia mah pemalas orangnya” atau “inya tu orangnya panguleran (baca: dia orangnya pemalas)”.

PLN Prabayar Wahahaa Reload

Banyak orang beranggapan bahwa sifat malas bagian dari tipe kepribadian manusia, padahal itu tidak benar, malas itu mampu menghampiri semua anak adam dengan tipe kepribadian apa saja, baik sanguin, koleris, melankolis, maupun plegmatis, yang berbeda hanyalah ada tipe tertentu yg kecenderungan untuk malas-malasannya sedikit, bisa juga dia memiliki counternya, entah itu ingat kewajibannya, mimpi dan tujuan hidupnya, dan yang semisalnya.

Baca juga:
4 Tipe Kepribadian Manusia yang Wajib Diketahui

Terus apa korelasinya antara judul tulisan ini dengan isinya? Kemungkinan sebagian teman ada yang bertanya dalam hati. “Udah baca 2 paragraf, kejahatannya apa?”

Well, kita korelasikan ya. Saya terinspirasi dari quote Buya Hamka, beliau berkata,

“salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas”. –Buya Hamka

Dari quote tersebut tergambar jelas bahwa kemalasan adalah sebuah masalah besar, kok jadi masalah besar? Iya, karna kemalasan adalah penghalang orang untuk bertumbuh dan juga salah satu penyebab kemunduran.

Kita contohkan aja ada 2 orang dengan kondisi dan pendidikan yang sama, yang satu karna sudah terinstall aplikasi malas dalam dirinya, orang belajar coding, dia masih belum tahu bagaimana cara bikin akun facebook. Misalkan lagi dalam hal rezeki, disaat orang lain bekerja 8 jam, dia nggak mau kerja malah lebih suka staycool 16 jam rebahan manis sambil bikin status dan komen-komen nggak jelas disosmed, debat sana-sini, nyinyirin ini-itu yang unfaedah banget dah.

link daftar agen pulsa di wahahaa reload

Melihat kondisi seperti ini, kalau orang yang dicontohkan diatas adalah orang lain bukan keluarga kita atau teman kita ya mungkin nggak masalah sih, yang jadi masalah itu misalkan orang tersebut adalah keluarga kita bahkan adik atau kakak kita, suami atau istri kita. Sebenarnya bukan marah-marah amat juga, cuma kasihan aja sama mereka dengan mengkondisikan diri mereka sendiri seperti itu.

Maaf ya bagi saya aja, termasuk kejahatan paling lembut adalah membiarkan orang malas tetap malas, terlebih lagi membiarkan orang-orang yang kita sayangi nyaman dengan kemunduran yang mereka alami, salah satu fitur utama yang ditawarkan aplikasi malas ya kemunduran.

So, apa solusinya? Ya dirajam aja! hihi becanda. Mungkin bisa kita kasih masukan bahwa hidup itu harus bertumbuh, saat ini kita dihadapkan dengan AI (Artificial Intelligence) atau biasa dikenal dengan kecerdasan buatan yang nggak menutup kemungkinan kalau kita yang nonskill akan tergantikan oleh AI, masih nggak mau dengar, coba cari orang lain yang mungkin dia akan dengar, masih? Kalau pengalaman kami, jalan terakhirnya ya kami antar ke dokter psikolog, kasih buku-buku tentang pengembangan diri dan mindset, beri pemahaman tentang agama agar diterapkan dan mampu mendekatkannya kepada Tuhan. Alhamdulillah bisa teruninstall tuh aplikasi malas dari dirinya.

membuang rasa malas

Sampai disini dulu yah, terimakasih sudah mau baca tulisan saya ini, it’s my humble opinion, maafkan kalau ada salah, bukan juga menggeneralisasi kaum rebahan sebagai pemalas, banyak kok kaum rebahan yang sukses. Jika tulisan ini bermanfaat silakan bagikan ke seluruh penjuru dunia.

Syahreza Fahlive

Entrepreneur dan business owner. Belajar untuk lebih banyak mendengar, membaca, dan bekerja. Sangat menyukai peluang usaha dan dunia psikologi.

View all posts by Syahreza Fahlive →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *